BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dikotil
Monokotil
merupakan tumbuhan yang
memiliki biji yang berkeping tunggal. Monokotil adalah salah satu dari dua
kelompok besar tumbuhan berbunga, kelompok yang lainnya adalah kelompok
tumbuhan dikotil ( bijinya berkeping dua ). Adapun karakter
yang paling kuat dari sebuah tanaman berkeping tunggal ini antara lain yaitu
daun lembaga, akar yang berbentuk serabut, daun yang berselang seling, bagian
tulang daunnya sejajar dan cenderung berbentuk layaknya pita serta masih banyak
lagi lainnya. Di dalam sistem taksonomi, tumbuhan monokotil dilekatkan beberapa
nama kelompok besar yaitu seperti Liliopsoda, liliidae, dan juga
Monocotyledodeae.
Kita
dapat menjumpai
beberapa contoh tumbuhan monokotil di lingkungan sekitar
kita. Karena pada dasarnya tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang dikenal dengan
mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Salah satu contohnya tumbuhan monokotil
adalah jagung. Di Indonesia jagung adalah salah satu makanan pokok pengganti nasi.
Selain
jagung, contoh tumbuhan monokotil yang dapat kita jumpai yaitu padi, pinang-pinangan
(Palmae), kelapa, pisang-pisangan (Musaceae), anggrek, bawang-bawangan
(alliaceae) vanili, jahe, kunyit, dan masih banyak lagi lainnya. Tumbuhan
monokotil dikategorikan sebagai kelompok tumbuhan yang sangat bermanfaat karena
hampir semuanya mempunyai peranan baik itu sebagau sumber pangan, sumber bahan
baku dalam berbagai industri, dekorasi, sumber energi nabati, zat pewarna,
pakaian, perumahan dan masih banyak lagi lainnya.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah pada praktikum ini yaitu :
1. Apa
yang dimaksud dengan tumbuhan monokotil ?
2. Apa
saja jenis-jenis tumbuhan monokotil yang ditemukan di lingkungan Universitas
Tadulako?
3. Bagaimana
deskripsi karakter morfologi tumbuhan monokotil yang ditemukan di lingkungan
Universitas Tadulako?
C.
Tujuan
Adapun
tujuan pada praktikum ini yaitu :
1. Untuk
mengetahui apa yang di maksud dengan tumbuhan monokotil.
2. Untuk
mengetahui jenis-jenis tumbuhan monokotil yang ditemukan di lingkungan
Universitas Tadulako.
3. Untuk
mengetahui deskripsi karakter morfologi tumbuhan monokotil yang ditemukan di
Universitas Tadulako.
D. Manfaat
Mahasiswa dapat mengenali dan mengetahui
jenis-jenis serta karakter morfologi tumbuhan monokotil yang ditemukan di
Lingkungan Tadulako.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Tumbuhan merupakan salah satu penopang
hidup manusia yang sangat penting. Disamping itu tumbuhan juga memiliki peranan
yang sangat penting untuk perkembangan makhluk hidup. Ilmu tumbuhan pada waktu
sekarang telah telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga
bidang-bidang ilmu pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu
tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri.
Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah mempelajari bentuk dan
susunan tubuh tumbuhan pun sudah demikian berkembang pesat hingga menjadi
morfologi luar atau morfologi saja dan morfologi dalam ( Djifri, 2003 ).
Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang
bijinya berkeping satu .Ciri yang paling khas dari tumbuhan monokotil adalah
bijinya tidak membelah karna tumbuhan monokotil ini hanya memiliki satu daun
lembaga. Kelompok tumbuhan monokotil ini merupakan kelompok tumbuhan yang
paling berguna bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai sumber pangan dan sumber
energy nabati, juga sumber bahan baku industri ( Kusdianti, 2009 ).
Tumbuhan berbiji
merupakan golongan tumbuhan yang palig besar yang dibedakan terutama atas dasar perlindugan terhadap bakal biji
(ovul sebelu an sesudah pembuahan, yaitu tumbuhan yang berbiji terbuka dan
tumbuhan berbij tertutup. Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae, Pinophyta)
mempunyai bakal biji yang bebas terbuka sebelum dan sesudah pembuahan, tidak
tertutup oleh dinding baal buah (ovarium), sedangkan tumbuhan berbiji tertutup
(Angiospermae, Magnoliphyta) mempunyai bakal bji yang tertutup dianggap ebih
maju daripada tumbuhan bii terbuka. Kelas liliopida terbagi atas 5 anak kelas
yaitu : Alismatidae, merupakan herba akuati yang menempati tempat yang lembab;
Aricidae, hanya mempunyai satu suku yaitu Araceae; Commelinidae, sebagian besar
adalah herba,habitatnya antara akuatik sampai teresterial bahkan epifit;
Zingiberidae, sebagian besar hidup di daerah tropis, teresterial, ataupun
epifit; dan lilidae, Kebanyakan adalah herba,yang teresterial atau epifit
(Samsurizal, 2014).
Tumbuhan tersusun dari
berbagai organ seperti akar, batang, daun dan organ reproduksi. Organ-organ
tersebut juga tersusun dari berbagai jaringan, seperti jaringan meristem, parenkim,
sklerenki, kolenkim, epidermis dan jaringan pengangkut. Epidermis merupakan
lepisan sel-sel paling luar dan menutupi permukaan daun, bunga, buah,biji,
batang dan akar. Bagian dari aksis tumbuhan yang menopang daun dan organ
reproduktif dan biasanya terletak di atas permukaan tanah dan berdiri tegak
disebut batang. Secara umum, batang dan akar mempunyai struktur ang relati
sama, keduanya memiliki stele dengan xylem dan floem, perisikel, endpdermis,
korteks dan epidermis. Perbedaannya adalah dalam hal struktur berkass
pengangkutnya. Pada akar, berkas xylem dan floem primer terletak dalam radius
yang berbeda dan terpisah satu dengan yang lainnya, sedang pada batang berkas
xylem dan floem terletak bersebelahan dan dalam radius yang sama. Dalam
perkembangan sekundernya sama batang dan akar memiliki struktur yang relatif. (Atinirmala, 2006 )
Didalam system taksonomi, tumbuhan
monokotil dilekatkan beberapa nama kelompok besar seperti Liliopsida, Liliidae,
dan juga Monocotyledodeae. Pada tumbuhan monokotil, daerah pangkal ruas
batanglah yang menjadi titik tumbuhnya. Hal itu terjadi karena pada daerah
tersebut terdapat jaringan yang selalu membelah, disebut meristem interkalar.
Oleh karena itu ruas batang pada tumbuhan monokotil ini dapat bertambah panjang.
Contohnya adalah pada bamboo, tebu, jagung, dan rumput-rumputan ( Tjirosoepomo,
2007 )
Kerajaan Tumbuhan (Kingdom Plantae)
merupakan satu kelompok besar dari semua jenis tumbuhan. Setiap tumbuhan
memiliki ciri-ciri fisiologis yang dapat digunakan untuk mengelompokkan
jenis-jenis tumbuhan kedalam tingkatan yang lebih kecil. Pengelompokan tumbuhan
kedalam tingkat-tingkat ini disebut klasifikasi atau taksonomi tumbuhan
(Rochmawati, 2014)
BAB IV
PEMBAHASAN
Monokotil merupakan tumbuhan yang memiliki biji yang berkeping tunggal,
Monokotil yaitu salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga, kelompok
yang lainnya adalah kelompok tumbuhan dikotil ( bijinya berkeping dua ).
Adapun ciri khas yang paling kuat dari sebuah tanaman berkeping tunggal ini
antara lain yaitu daun lembaga, akar yang berbentuk serabut, daun yang
berselang seling, bagian tulang daunnya sejajar dan cenderung berbentuk
layaknya pita serta masih banyak lagi lainnya. Di dalam sistem taksonomi,
tumbuhan monokotil dilekatkan beberapa nama kelompok besar yaitu seperti
Liliopsoda, liliidae, dan juga Monocotyledodeae. Kita
dapat menjumpai
beberapa contoh tumbuhan monokotil di lingkungan sekitar
kita. Karena pada dasarnya tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang dikenal dengan
mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Salah satu contohnya tumbuhan monokotil
adalah jagung. Di Indonesia jagung adalah salah satu makanan pokok pengganti nasi. Selain jagung,
contoh tumbuhan monokotil yang
dapat kita jumpai yaitu padi, pinang-pinangan
(Palmae), kelapa, pisang-pisangan (Musaceae), anggrek, bawang-bawangan
(alliaceae) vanili, jahe, kunyit, dan masih banyak lagi lainnya.
Berdasarkan hasil
pengamatan yang dilakukan pada lingkungan Universitas Tadulako ditemukan
jenis-jenis tumbuhan monokotil yaitu : Cloris barbata.,
Pasiflora foetida, Commelina difussa, Eleusine
indica, Panicum
iutescens, Cyperus rotundus, dan Aloe
vera.
Berdasarkan hasil
pengamatan pada jenis-jenis tumbuhan monokotil yang ditemukan pada lingkungan
Universitas Tadulako memiliki struktur morfologi sebagai berikut :
1.
Cloris barbata
memiliki periode perinial , bentuk hidup herba, Eleusine
indica memiliki
periode bienual, bentuk hidup herba yaitu tumbuhan yang tidak lebih dari dua
meter dan percabangan terjadi di dekat pangkal batang,habitat teresterial yaitu
lingkungan yang sebagian besar merupakan daratan; metabolis ototrof, yaitu
dapat membuata makanan sendiri; sistem akar serabut, yaitu akar yang tumbuh
seperti rumbai-rumbai yang langsung tumbuh pada pangkal batang; batang memiliki
sifat herbaceus, yaitu batang basah, penampang melintang pada batang bulat, tekstur
permukaan batag licin, percabangan simpodial yaitu batang pokok dengan cabang
tidak dapat dibedakan; memiliki filotaksis daun yang berhadapan, yaitu pada
satu buku terdapat 2 dudukan daun; bagian daun lengkap karena memiliki pelepah,
tangkai dan helai daun; urat daun sejajar; memiliki daun tunggal, bentuk umum
daun pita lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun lancip,tipe daun rata,permukaan daun halus, tekstur
daun papiraseus,letak bunga monoseus,didinamus,antera bunga basifuxus, Ciri
dari sifat lainnya memiliki keranjang.
2.
Pasiflora foetida
memiliki periode perinial , bentuk hidup herba
yaitu tumbuhan yang tidak lebih dari dua meter dan percabangan terjadi di dekat
pangkal batang,habitat teresterial yaitu lingkungan yang sebagian besar
merupakan daratan; metabolis ototrof, yaitu dapat membuata makanan sendiri;
sistem akar serabut, yaitu akar yang tumbuh seperti rumbai-rumbai yang langsung
tumbuh pada pangkal batang; batang memiliki sifat herbaceus, yaitu batang basah, penampang melintang pada batang
bulat, tekstur permukaan batag licin, percabangan simpodial yaitu batang pokok
dengan cabang tidak dapat dibedakan; memiliki filotaksis daun yang berhadapan,
yaitu pada satu buku terdapat 2 dudukan daun; bagian daun lengkap karena
memiliki pelepah, tangkai dan helai daun; urat daun sejajar; memiliki daun
tunggal, bentuk umum daun ; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun lancip,tipe daun rata,permukaan daun halus, tekstur
daun papiraseus.
3. Commelina
diffusa
memiliki periode perinial , bentuk
hidup herba yaitu tumbuhan yang tidak lebih dari dua meter dan percabangan
terjadi di dekat pangkal batang,habitat teresterial yaitu lingkungan yang
sebagian besar merupakan daratan; metabolis ototrof, yaitu dapat membuata
makanan sendiri; sistem akar serabut, yaitu akar yang tumbuh seperti
rumbai-rumbai yang langsung tumbuh pada pangkal batang; batang memiliki sifat
herbaceus, yaitu batang basah,
penampang
melintang pada batang bulat, tekstur permukaan batag licin, percabangan
simpodial yaitu batang pokok dengan cabang tidak dapat dibedakan; memiliki
filotaksis daun yang berhadapan, yaitu pada satu buku terdapat 2 dudukan daun;
bagian daun lengkap karena memiliki pelepah, tangkai dan helai daun; urat daun
sejajar; memiliki daun tunggal, bentuk umum daun ; bentuk ujung daun meruncing;
bentuk dasar daun
lancip,tipe daun rata,permukaan daun halus, tekstur daun papiraseus
4.
Eleusine
indica L.
Memiliki
periode perenial, yaitu tumbuhan yang memiliki masa hidup 2 tahunan; bentuk
hidup semak, yaitu tumbuhan yang tidak lebih dari dua meter dan percabangan
terjadi di dekat pangkal batang; habitat teresterial, yaitu lingkungan yang
sebagian besar merupakan daratan; metabolis ototrof, yaitu dapat membuata
makanan sendiri; sistem akar serabut, yaitu akar yang tumbuh seperti
rumbai-rumbai yang langsung tumbuh pada pangkal batang; batang memiliki sifat
herbaceus, yaitu batang basah; penampang melintang pada batang pipih; tekstur
permukaan batag licin; percabangan simpodial, yaitu batang pokok dengan cabang
tidak dapat dibedakan; memiliki filotaksis daun yang berhadapan, yaitu pada
satu buku terdapat 2 dudukan daun; bagian daun lengkap karena memiliki pelepah,
tangkai dan helai daun; urat daun sejajar; memiliki daun tunggal; bentu umum
daun pita lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun tumpul; tepi
daun rata; permukaan daun halus; tekstur daun papiraseus; letak bunga di ujung
daun; distribusi seks dioesius; simetri aktinorf, yaitu simetri berbentuk
bintang; letak hiasan bunga seperti lonceng.
5. Panicum iutescens
Memiliki
periode perenial, yaitu tumbuhan yang memiliki masa hidup 2 tahunan; bentuk
hidup herba, yaitu tumbuhan yang memiliki batang yang berair / basah; habitat
teresterial, yaitu lingkungan yang sebagian besar merupakan daratan; metabolis
ototrof, yaitu dapat membuata makanan sendiri; sistem akar serabut, yaitu akar
yang tumbuh seperti rumbai-rumbai yang langsung tumbuh pada pangkal batang;
batang memiliki sifat herbaceus, yaitu batang basah; penampang melintang pada
batang bulat; tekstur permukaan batag licin; percabangan simpodial, yaitu
batang pokok dengan cabang tidak dapat dibedakan; memiliki filotaksis daun yang
disthika, yaitu pada jika dilihat dari atas dudukan daun terlihat seolah hanya
ada dua daun saja; bagian daun tidak lengkap karena hanya memiliki pelepah dan
helai daun; urat daun sejajar; memiliki daun tunggal; bentu umum daun pita
lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun tumpul; tepi daun rata;
permukaan daun halus; tekstur daun papiraseus.
6. Cyperus
rotundus
memiliki periode perinial , bentuk
hidup herba yaitu tumbuhan yang tidak lebih dari dua meter dan percabangan
terjadi di dekat pangkal batang,habitat teresterial yaitu lingkungan yang
sebagian besar merupakan daratan; metabolis ototrof, yaitu dapat membuata
makanan sendiri; sistem akar serabut, yaitu akar yang tumbuh seperti
rumbai-rumbai yang langsung tumbuh pada pangkal batang; batang memiliki sifat
herbaceus, yaitu batang basah,
penampang
melintang pada batang bulat, tekstur permukaan batag licin, percabangan
simpodial yaitu batang pokok dengan cabang tidak dapat dibedakan; memiliki
filotaksis daun yang berhadapan, yaitu pada satu buku terdapat 2 dudukan daun;
bagian daun lengkap karena memiliki pelepah, tangkai dan helai daun; urat daun
sejajar; memiliki daun tunggal, bentuk umum daun ; bentuk ujung daun meruncing;
bentuk dasar daun
lancip,tipe daun rata,permukaan daun halus, tekstur daun papiraseus.
7. Aloe vera
Memiliki
periode bienual, yaitu tumbuhan yang memiliki masa hidup 2 tahunan; bentuk
hidup herba, yaitu tumbuhan yang memiliki batang yang berair / basah; habitat
teresterial, yaitu lingkungan yang sebagian besar merupakan daratan; metabolis
ototrof, yaitu dapat membuata makanan sendiri; sistem akar serabut, yaitu akar
yang tumbuh seperti rumbai-rumbai yang langsung tumbuh pada pangkal batang;
batang memiliki sifat herbaceus, yaitu batang basah; penampang melintang pada
batang pipih; tekstur permukaan batag licin; percabangan simpodial, yaitu
batang pokok dengan cabang tidak dapat dibedakan; memiliki filotaksis daun yang
membentuk lingkaran, yaitu jika dilihat dari atas dudukan daun terlihat seperti
membentuk dalam satu lingkaran; bagian daun tidak lengkap karena hanya memiliki
pelepah dan helai daun; urat daun sejajar; memiliki daun tunggal; bentu umum
daun lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun tumpul; tepi daun
dentatus; permukaan daun halus; tekstur daun sukulen, yaitu daun dapat
menyimpan cadangan air.
BAB
V
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada praktikum ini
yaitu :
1.
Tumbuhan Monokotil merupakan tumbuhan yang memiliki biji yang
berkeping tunggal. Monokotil adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan
berbunga, kelompok yang lainnya adalah kelompok tumbuhan dikotil ( bijinya
berkeping dua ). Adapun karakter yang paling kuat
dari sebuah tanaman berkeping tunggal ini antara lain yaitu daun lembaga, akar
yang berbentuk serabut, daun yang berselang seling, bagian tulang daunnya
sejajar dan cenderung berbentuk layaknya pita serta masih banyak lagi lainnya
2. Jenis-jenis
tumbuhan monokotil yang ditemukan di lingkungan kampus Universitas Tadulako
antara lain Cloris barbata, Pasiflora
foetida, Panicum
iutescens, Eleusine
indica, Cyperus rotundus,
Commelinna diffusa, dan Aloe
vera.
3. Cloris
barbata memiliki periode
perinial , bentuk hidup herba, Eleusine indica
memiliki periode bienual, bentuk hidup
herba, habitat teresterial, metabolis ototrof, sistem akar serabut, batang
memiliki sifat herbaceus, penampang melintang pada batang bulat, tekstur
permukaan batag licin, percabangan simpodial, memiliki filotaksis daun yang
berhadapan, bagian daun lengkap, urat daun sejajar; memiliki daun tunggal,
bentuk umum daun pita lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun lancip,tipe daun rata,permukaan daun halus, tekstur
daun papiraseus,letak bunga monoseus,didinamus,antera bunga basifuxus, Ciri
dari sifat lainnya memiliki keranjang. Pasiflora
foetida memiliki periode perinial , bentuk hidup herba, habitat teresterial, metabolis ototrof, sistem akar
serabut, batang memiliki sifat herbaceus, penampang melintang pada batang bulat,
tekstur permukaan batag licin, percabangan simpodial,modifikasi sulur, memiliki filotaksis
daun yang lingkaran, bagian daun
tidak
lengkap,tambahan daun
stipuls,
urat daun sejajar; memiliki daun tunggal, bentuk umum daunbulat lanset; bentuk
ujung daun runcing; bentuk dasar daun
runcing, tipe daun rata,permukaan daun halus, tekstur daun
papiraseus. Commelina diffusa memiliki
periode perenial, bentuk hidup herba, habitat teresterial, metabolis ototrof,
sistem akar serabut, batang memiliki sifat herbaceus, penampang melintang pada
batang bulat, tekstur permukaan batag licin, percabangan simpodial, memiliki
filotaksis daun yang lingkaran, bagian daun lengkap, urat daun sejajar;
memiliki daun tunggal, bentuk umum daun subulate; bentuk ujung daun runcing;
bentuk dasar daun lancip; tepi daun rata; permukaan daun halus; tekstur daun
papiraseus. Eleusine
indica memiliki
periode bienual, bentuk hidup semak, habitat teresterial, metabolis ototrof,
sistem akar serabut, batang memiliki sifat herbaceus, penampang melintang pada
batang pipih, tekstur permukaan batag licin, percabangan simpodial, memiliki
filotaksis daun yang berhadapan, bagian daun lengkap, urat daun sejajar;
memiliki daun tunggal, bentuk umum daun pita lanset; bentuk ujung daun
meruncing; bentuk dasar daun tumpul; tepi daun rata; permukaan daun halus;
tekstur daun papiraseus; letak bunga di ujung daun; distribusi seks dioesius;
simetri aktinorf, letak hiasan bunga seperti lonceng. Panicum iutescens memiliki periode perenial, bentuk hidup herba,
habitat teresterial, metabolis ototrof, sistem akar serabut, batang memiliki
sifat herbaceus, penampang melintang pada batang bulat, tekstur permukaan batag
licin, percabangan simpodial, memiliki filotaksis daun yang disthika, bagian
daun tidak lengkap, urat daun sejajar; memiliki daun tunggal; bentuk umum daun
pita lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun tumpul; tepi daun
rata; permukaan daun halus; tekstur daun papiraseus. Cyperus
rotundus memiliki periode perenial, bentuk hidup herba,
habitat teresterial, metabolis ototrof, sistem akar serabut, batang memiliki
sifat herbaceus, penampang melintang pada batang pipih, tekstur permukaan batag
licin, percabangan simpodial, memiliki filotaksis daun yang berhadapan, bagian
daun lengkap, urat daun sejajar; memiliki daun tunggal, bentuk umum daun pita
lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun tumpul; tepi daun rata;
permukaan daun halus; tekstur daun papiraseus. Aloe vera memiliki periode bienual, bentuk hidup herba, habitat
teresterial, metabolis ototrof, sistem akar serabut, batang memiliki sifat
herbaceus, penampang melintang pada batang pipih; tekstur permukaan batag
licin; percabangan simpodial, memiliki filotaksis daun yang membentuk
lingkaran, bagian daun tidak lengkap, urat daun sejajar; memiliki daun tunggal;
bentuk umum daun lanset; bentuk ujung daun meruncing; bentuk dasar daun tumpul;
tepi daun dentatus; permukaan daun halus; tekstur daun sukulen.
Comments
Post a Comment