2 Februari Hari Lahan Basah Sedunia, Apa Kabar Lahan Basah Indonesia Saat ini?

Portal Rimbawan - Hari ini, tanggal 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia. Peringatan ini sebagai tindak lanjut kesepakatan dalam Konvensi Ramsar, suatu Konvensi Internasional tentang lahan basah tanggal 2 Februari 1971. 

Konvensi pada awalnya fokus pada masalah burung air termasuk burung air migran, lalu berkembang kepada konservasi ekosistem lahan basah termasuk keanekaragaman hayati di dalamnya. Bahkan saat ini lebih bermulti fokus menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia.  Melihat kenyataan tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa lahan basah adalah penyangga kehidupan.

Lahan basah menurut Konvensi Ramsar merupakan definisi yang luas, yaitu ”Daerah-daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan: alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut”.

Lahan basah memiliki peran penting bagi alam karena lahan basah melindungi tepi laut dari gelombang laut, mengurangi dampak banjir, dan meningkatkan kualitas air.

Global Wetland Outlook (2018) menyebutkan bahwa sejak tahun 1970-an sejumlah spesies yang hidupnya bergantung pada lahan basah terus menurun populasinya, yaitu 81% spesies daratan dan 36% spesies pesisir dan laut.

Indonesia masuk menjadi anggota Konvensi Ramsar pada tahun 1991 dengan diterbitkannya Keppres 48 th 1991 yang merupakan Ratifikasi Konvensi Ramsar di Indonesia.  Pada tahun 1996, sebagai salah satu hasil pertemuan para anggota Konvensi Ramsar, ditetapkan bahwa tanggal 2 Februari adalah Hari Lahan Basah Sedunia. Pada tahun 1997, Hari Lahan Basah Sedunia untuk pertama kalinya diperingati di seluruh dunia oleh negara-negara anggota Konvensi Ramsar.

Dikutip dari indonesia.usaid.gov memaparkan bahwa Lahan basah di Indonesia 15 tahun terakhir mengalami perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan, sehingga meningkatkan kerentanan lahan basah dan perubahan iklim. Fakta inipun menjadi perhatian Dunia. Pasalnya Indonesia kehilangan lebih dari 100.000 hektar lahan basah setiap tahunnya. 

Lahan basah yang mengalami penurunan serius adalah hutan mangrove dan lahan gambut. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap flora dan fauna yang mengantungkan hidup mereka pada kedua lahan basah tersebut. 

Comments

Follow Portal Rimbawan

"SELAMATKAN HUTAN UNTUK PERADABAN"

"SELAMATKAN HUTAN UNTUK PERADABAN"

Sering Dikunjungi

Makalah Evaluasi Kurikulum

MAKALAH TELAAH KURIKULUM

Open Volunteer (Kontibutor)

Open Volunteer (Kontibutor)
Gabung Bersama Kami dalam Mengkampanyekan Alam..!!